Selasa, 26 Januari 2010

Lahir, Hidup dan Mati Karena Cinta

Katakanlah, jika kalian mencintai Allah, ikutilah aku, maka Allah akan mencintai kalian.’ (Al-quran.)
Adakah kekuatan yang mampu membelah lautan menjadi darat?
Adakah kekuatan mendinginkan bara api?
Adakah kekuatan menciptakan sesuatu dari tidak ada menjadi ada? (bukan membuat)
Belajar menjadi orang bijak setidaknya memandang kehidupan dengan cinta. Karena mereka sadar tercipta dengan cinta dan karena itu pula tidak mungkin mereka mengingkari fitrah kelahirannya tersebut sehingga mereka tebarkan pengaruhnya atas dasar cinta.
Mungkin Tidak berlebihan salah satu gaya kepemimpinan berpusatkan pada kekuatan cinta (leadership by love). (baca : Tasmara, Spiritual Centered Leadership). Lingkaran pengaruhnya dipenuhi dengan rasa tanggung jawab yang tulus merupakan bagian dari putik sari bunga cinta. Mereka sadar bahwa dengan memeperluas medan pengaruh atas dasar kasih, persaudaraan dan ketulusan tidak akan kehilangan apapun. Justru dengan memberi cinta, dia merasa menerima keberkahan. Cinta telah memeluk, menjerat erat dirinya sehingga wajahnya senantiasa menunjukkan senyum, keakraban, familiar dan penuh kesejukan. Kehadirannya menjadi penyejuk hati membawa keceriaan, dan meggetarkan orang-orang disekitarnya kedalam kebahagiaan pula, mereka adalah tipe manusia yang menumbuhkan pengaruh kredibilitasnya melalui pelayanan yang berorientasi pada kebahagian, kepeuasaan, dan ketentraman orang-orang yang dilayaninya.
Rasullulah SAW adalah pemimpin agung, manusia tersukses, sosok kekasih Allah yang menunjukkan keteladan tentang apa arti melayani dengan cinta. Hatinya bergetar setiap kali melihat penderitaan atau beban oran-orang yang beriman. Jiwanya meritih bila dia tidak mengunjungi orang-orang yang miskin yang membutuhkan penghiburan beliau. Pemaafannya luar biasa. Pada saat kekuasaan berada di dalam genggamannya (futtuh makkah) semua musuh-musuhnya kecut bahkan ada yang melarikan diri. Karena disangkanya akan ada balas denadam kepada mereka yang telah membuat Rasullullah dan keluarganya menderita. Tetapi, beliau bersabda, : “ Tidak ada dendam, tidak ada kebencian, fainnakum tulaqa! Engkau semua bebas kemanapun engkau suka.”
Tutur katanya lemah lembut dan senyumannya merona menebharkan kedamian. Disayanginya anak-anak kecil. Dimotifasinya para pemuda dan dihormatinya orang-orang tua. Rasullulah SAW. Pemimpin agung kekasih Allah, tetapi bila akan menemuinya cukuplah kita mencarinya dianjtara orang-orang yang hantinya patah atau orang yang perutya kelaparan. Disanalah beliau bergabung, diantara orang-orang yang membutuhkan penghrapan dan pertolongan. Antara dirinya dan umatnya seakan tidak berjarak. Dihormatinya tamu-tamunya dengan dihamparkannya sorbannya untuk memulaikan tamu yang hadir. Ash-shalatu wassalamu alaika ya Rasulullah.
Bagaimana keadaan kita yang berada di dunia Egoisme ini? Kapankah kiranya hendak sedikit meneladani sifat cinta Rasulullah? Adanya beliau penuh cinta, gerak badan, helaan nafas bahkan getak jantung adalah cinta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar