Selasa, 26 Januari 2010

Dzikir untuk Atasi Derita di Jalan Cinta

11 Juni 2008
Berikut ini adalah kutipan naskah buku M Shodiq Mustika, Dzikir Cinta Islami, Bab 3, “Atasi Derita di Jalan Cinta”. Isinya: cara dzikir [1] supaya tangguh hadapi masalah berat, [2] supaya tabah hadapi musibah, [3] supaya penyesalan tidak sia-sia, [4] supaya selamat dari penderitaan, [5] supaya tidak menderita lagi.
3
Atasi Derita di Jalan Cinta
Assalamu ‘alaikum ustadz Shodiq Mustika.
Saya sedang menghadapi masalah percintaan dimana dalam kasus ini saya yang bersalah. Kami sudah pacaran selama 7 tahun, dan saya sering menyakiti hatinya dengan wanita lain. Sekarang pada saat dia sudah tidak tahan dan ingin menyendiri, saya merasa sangat kehilangan. Padahal, sebentar lagi kami masuk dalam tahap lebih serius, yaitu menikah. Lalu sekarang ini saya hanya bisa berdoa dan meminta pada Allah supaya saya diberi kekuatan untuk bisa berubah jadi lebih baik (baik dari segi duniawi dan akherat) dan dapat sesuai dengan keinginannya.
[1] Apakah penyesalan saya ini terlambat?
[2] Apakah Allah akan memberi kesempatan pada saya untuk mendekatkan dia pada saya?
[3] Saya sudah berusaha untuk pasrah, tapi apakah saya salah kalau saya diberikan kesempatan yang terakhir?
[4] Kira-kira dzikir apa yang mampu membuat saya lebih tenang lagi?
Terima kasih. Wassalam.
Masyhar
Wa’alaykum salam, Masyhar. Jawaban terhadap pertanyaan pertama akan kita simak nanti di bawah, pada sub-bab “Supaya Penyesalan Tidak Sia-sia”. Pertanyaan kedua dan ketiga kurang relevan dengan topik pembahasan kita sekarang. Karenanya, saya menjawab di tempat lain, yaitu di http://pacaranislami.wordpress.com/2007/06/22/apakah-penyesalan-ini-terlambat/
Adapun pertanyaan keempat merupakan pertanyaan yang sangat relevan dengan bab ini. Karenanya, saya akan menguraikan jawaban saya sebagaimana terpapar di bawah ini, hingga akhir bab ini.
Pertanyaan tersebut, “dzikir apa yang mampu membuat saya lebih tenang lagi”, bagus sekali. Sebab, meskipun semua dzikir itu menenangkan kita, khasiat masing-masing tidaklah sama. Keampuhannya bergantung pada kesesuaiannya dengan masalah yang sedang kita hadapi.
Untuk contoh, perhatikan ucapan tasbih dan tahmid yang kita kaji di akhir bab yang lalu. Untuk mensyukuri keindahan yang kita kagumi, kalimat tasbih cenderung lebih sesuai (relevan) daripada tahmid. Namun untuk mensyukuri kenikmatan yang kita rasakan, kalimat tahmid cenderung lebih efektif daripada tasbih.
Sekarang, bagaimana dengan masalah penderitaan di jalan cinta (seperti yang dihadapi oleh Masyhar sebagaimana tersebut di atas)? Dzikir yang bagaimanakah yang tergolong lebih relevan? Mari kita kaji.

Supaya Tangguh Hadapi Masalah Berat

Bayangkanlah bahwa Anda menjadi komandan sebuah pasukan kecil. Tentara Anda sedikit, kurang berpengalaman, dan bersenjata sederhana. Dengan pasukan ini, Anda harus berperang melawan sebuah pasukan besar. Tentara mereka banyak, berpengalaman, dan bersenjata canggih. Sungguh ini merupakan masalah yang berat, bukan?
Akan tetapi, meskipun seberat itu, masalahnya ternyata dapat teratasi. Salah satu komandan luar biasa yang berhasil mengatasi problem seberat itu ialah Thalut. Ia dan pasukan kecilnya mengalahkan pasukan Jalut yang besar.
Bagaimana pasukan Thalut yang kecil dapat menjadi sedemikian tangguh, sehingga menaklukkan pasukan Jalut yang besar? Salah satu kunci utama kesuksesannya, pasukan Thalut berdoa:

Rabbanâ afrigh ‘alaynâ shabrâ. Wa tsabbit aqdâmanâ. Wanshurnâ ‘alal qawmil kâfirîn.
(Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, kokohkanlah langkah kami, dan tolonglah kami terhadap orang-orang yang ingkar.)
(QS al-Baqarah [2]: 250)
Kalau kita menghadapi masalah berat dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di dunia cinta, doa tersebut tentunya dapat kita manfaatkan. Insya’Allah kita menjadi lebih kuat daripada problem yang sedang kita hadapi.

Supaya Tabah Hadapi Musibah

Bagaimana Allah SWT menjadikan kita tangguh? Caranya melalui musibah, kecemasan, keletihan, atau pun cobaan lainnya. Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang dikehendaki baik oleh Allah, niscaya Dia akan memberinya cobaan.” (HR Bukhari dari Abu Hurairah r.a.)
Saya yakin, Allah SWT menghendaki Anda menjadi baik. Karenanya, Dia memberi Anda cobaan. Cobaan yang bagaimana? Dan bagaimana caranya supaya lulus dari cobaan Tuhan itu?
Allah SWT menjelaskan, “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan; dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, [yaitu] orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: ‘Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kita kembali‘.” (QS al-Baqarah [2]: 155-156)
Jadi, cobaan Tuhan itu bukan untuk menjadikan kita lemah tak berdaya, melainkan menjadikan kita tangguh. Sementara itu, ucapan istirja’ (sebagaimana termaktub pada akhir kutipan tersebut) membuat kita menjadi tabah menghadapi cobaan itu. (Perhatikan! Cobaan Tuhan bukan hanya berupa wafatnya orang yang kita sayangi. Dengan kata lain, ucapan istirja’ tidak hanya berlaku pada peristiwa kematian, tetapi juga pada ketakutan, kelaparan, kemiskinan, dan berbagai cobaan lainnya.) Karenanya, kalau Anda ingin menjadi tabah menghadapi cobaan Tuhan, termasuk penderitaan di jalan cinta, silakan ucapkan istirja’:

Inna lillâhi wa innâ ilayhi râji‘ûn.
(Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kita kembali.)
(QS al-Baqarah [2]: 156)

Supaya Penyesalan Tidak Sia-Sia

Penyesalan kita mungkin biasanya kita wujudkan dengan memohon ampun kepada Allah dalam bentuk ucapan istighfar: astaghfirullâh (aku memohon ampun kepada Allah) dan sebagainya. Sebenarnya, di samping dzikir semacam ini, masih ada dzikir alternatif lain yang juga menunjukkan penyesalan yang mendalam, sebagaimana yang akan saya tunjukkan di bawah ini.
Penyesalan Masyhar pada kasus di atas, yang belum berhasil menggaet seorang wanita pujaan ke jenjang pernikahan walau telah melewati masa pacaran selama tujuh tahun, mengingatkan saya pada kasus Nabi Yunus a.s.. Selama 30 tahun berdakwah, konon beliau “hanya” menggaet tiga orang ke jalan Allah.
Dan ingatlah [kisah] Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah [lantaran "kegagalan" dakwahnya]. Ia menyangka bahwa Kami tidak berkuasa atas dirinya. Maka ia berseru dalam kegelapan [menyesali kesalahannya]: ‘Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim‘.” (QS al-Anbiyaa’ [21]: 87)
Demikianlah Yunus a.s. menyesali kesalahannya. Tentu saja, penyesalan beliau bukanlah sekadar penyesalan terhadap apa yang telah terjadi, melainkan disertai dengan perbaikan diri di waktu-waktu selanjutnya. Beliau kemudian termasuk dalam golongan “orang-orang yang banyak mengingat Allah” (QS ash-Shaffat [37]: 143).
Lantas, bagaimana hasil dari penyesalan yang beliau wujudkan dalam bentuk dzikir (seruan kepada Tuhan) tadi? Manis! Penyesalannya tidaklah sia-sia.
Allah SWT menyatakan: “Maka Kami memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari kedukaan.” (QS al-Anbiyaa’ [21]: 88)
Jadi, kalau Anda mau selamat dari kedukaan, termasuk di kancah cinta, maka ketika merasakan penyesalan, silakan ucapkan dzikir:

Lâ ilâha illâ anta, subhânaka innî kuntu minazh zhâlimîn.
(Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.)
(QS al-Anbiyaa’ [21]: 87)

Supaya Selamat dari Penderitaan

Apabila disertai dengan penyesalan diri, maka kita dapat mengucapkan dzikir ala Nabi Yunus a.s. tadi supaya selamat dari penderitaan. Namun ketika tidak disertai dengan penyesalan diri, maka hendaklah kita mengikuti teladan dari Nabi Ayub a.s.. Beliaulah hamba Allah yang sangat tabah dalam menghadapi musibah yang amat berat, berupa: jatuh miskin, sakit parah, dan hidup sebatang kara. Beliau ditinggalkan oleh teman-temannya, sedangkan semua anggota keluarganya telah binasa di bawah reruntuhan atap rumahnya.
Untuk mengikut teladan Nabi Ayub a.s., kita bisa mengucapkan dzikir:

Annî massaniyadh dhurru wa anta arhamur râhimîn.
(Sesungguhnya bencana telah menimpaku, tetapi Engkaulah yang Paling Penyayang diantara semua penyayang.)
(QS al-Anbiyaa’ [21]: 83)
Lantas, bagaimana hasil dari dzikir ini? Manis juga, bahkan lebih manis! Allah SWT mengungkapkan:
Maka Kami kabulkan doanya dan Kami hilangkan segala penderitaan yang menimpanya, dan Kami beri dia keluarga [baru] dan Kami lipatgandakan bilangannya, sebagai rahmat dari Kami sendiri dan peringatan bagi semua hamba Kami.” (QS al-Anbiyaa’ [21]: 84)

Supaya Tidak Menderita Lagi

Sesudah Allah SWT menghilangkan suatu penderitaan yang menimpa Anda, tentu Anda tidak ingin mengalami penderitaan itu lagi, bukan? Kalau begitu, bersyukurlah! Caranya? Anda dapat berdzikir dengan ucapan ahli surga (yang takkan menderita lagi):

Alhamdu lillâhil ladzî adzhaba ‘annal hazan. Inna rabbanâ laghafûrun syakûr.
Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka-cita dari kita. Sesungguhnya Tuhan kita benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.
(QS Faathir [35]: 34)

Kemunafikan Adalah Virus, Jadi Vaksin?

unginkankah virus bisa berubah menjadi vaksin? Kalau dalam dunia medis bisa saja. Karena perkembangan ilmu dan teknologi semakin canggih, semuanya bisa disulap menjadi hal yang mengagumkan.


Misalnya racun atau bisa ular kobra dijadikan obat untuk penyakit tertentu sebagaimana dilakukan oleh Negara-negara tetangga (pernah ditayangkan di TV7). Ada juga yang menjadikan racun ular yang mematikan tersebut sebagai obat kekebalan tubuh atau dijadikan vaksin untuk melawan beberapa racun dalam tubuh. Dalam islam, jauh-jauh sebelum perkembangan imtek, ternyata sudah ada permainan yang tidak kalah pentingnya yaitu tentang kemunafikan disulap jadi kedekatan, kejujuran, bahkan menjadi cinta.
Karena objek kita adalah kemunafikan, maka pada bahasan ini penulis berusaha menitik beratkan pembahasan kepada pengolahan sifat munafik yang merupakan virus keimanan bisa menjadi sebuah obat penguat atau vaksin terhadap keimanan. Sebagai penguat kedekatan seorang hamba dalam meniti jembatan pengabdiannya kepada Allah.

Dalam berbahgai literature termasuk Nash alqur’an dan transliterasi dari berbagai hadits, bahwa sifat munafik adalah suatu sifat yang sangat dilarang oleh syar’ie otomatis larangan berkibat keharaman (mendapat dosa kalau dikerjakan dan dapat pahala jika ditinggalkan). Akan tetapi juga tidak menutup kemungkinan sifat munafik dirubah menjadi suatu perintah yang korelasinya senada dengan virus dan racun menjadi vaksin bagi kekebalan tubuh.

Sifat munafik selaksa bara api yang akan membakar habis segala kebaikkan dan pengabdian seseorang kepada Allah. Sebagaimana api membakar kayu. Tetapi sifat munafik bisa menjadi kayu bakar yang menyalakan api keimanan seseorang dengan bara yang lebih dan sangat panas.
Dalam sejarah perkemabangan kebudayaan islam, kita mengena khalifah Harun Arrasyid, pada masa beliau kita memngenal ilmuwan muslim (ulama) yang sampai saat ini karya beliau dipopuleritaskan dan diamalkan di beberapa unit pendidikan islam (baca pondok pesantren) dengan istilah Syi’ru Abunawas (syair abunawas). Dalam syairnya, Abu Nawas mengatakan (transliterasi)
“Tuhanku sungguh tidak pantas aku untuk surga firdaus
Tetapi tidak pula sanggup (kuat) menahan siksa neraka-Mu”.

Itu adalah cuplikan bait syair yang diberikan Abu Nawas yang diberikannya pada saat seorang muridnya bertanya:
“Guru, bisakah kita menipu Allah?”
Abu Nawas menjawab, “Bisa.” kemudian membaca syai’r di atas hingga akhir (baca Kisah Abu Nawas menipu Allah).
Yang penulis maksud dengan sifat munafik bisa jadi Vaksin, bukan munafik yang membangkang, melanggur aturan main syar’ie, pura-pura beriman dibelakang membangkang, tetapi justru melaksanakan perintah-Nya. Seseorang yang benar-benar muslim tetapi benar juga mukminnya, akan meyakini dan menyadari kalau dirinya adalah orang lemah, oranjg dhalim yang tidak mampu menghitung segala anugerah Allah.
Berjuta-juta milyard bahkan tak dapat dihitung nikmaNya yang diberikan dalam hitungan jam, yang tidak sanggup untuk dihitung apalagi dibalas (Baca Arifin : Samudra Alfatihah). Menyadari ketidakmampuan akan segala kasih sayang yang diberikan Allah dalam segala hal dan keadaan akan membawa ke pintu gerbang ke vaksinasi keimanan dengan catatan ada pengakuan, kesadaran, pelaksanaan dan pembuktian kalau kita adalah makhluk yang lemah, tanpa rahmat-Nya. Tidak akan mampu menghadapi undangan Allah. Kita juga sadar kalau undangan Allah (shalat lima waktu) semata, bentuk kasih sayang Allah untuk hamba-hambaNya. (baca cinta spesial dari Allah).

Belajar menipu Allah dengan lebih dekat kepada-Nya akan menjadi vaksin yang akan menjadi penguat bagi aqidah dan keyakinan seorang hamba, tetap berusaha menjalankan perintah dan meyakini larangan adalah kemudharatan hidup, kemudian berusaha mecari kebijakan dari hal yang dianggap kecil dan spele oleh orang-orang yang telah ditutup dan dibutakan pimtu hantinya oleh Allah.
Semoga kita mampu menjadikan perintah Allah sebagai perahu layar untuk berlabuh di dermaga cinta dalam menggapai penyatuan rasa bersama sang kekasih keabadian. Amien

Putus Cinta, Bunuh diri ? Itu Bukan Korban Cinta

Memberikan    cinta kepada seseorang  bukanlah  suatu  jaminan  kalau  orang  tersebut  akan mencintai kita. Kita tidak boleh terlalu banyak berharap kepada manusia yang dalam hal ini adalah orang yang kita cintai. Ingatlah kalau yang kita cintai itu adalah MANUSIA yang memiliki banyak kelebihan tepapi jangan lupa kekurangannya manusia. Karena kesadaran yang dipraktikan akan meminimalisir kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi.
Dewasa ini, entah berapa jiwa yang telah mengakhiri hidupnya di tangannya sendiri. Bukankah ini adalah suatu keanehan?
Kita yang selama ini dibesarkan oleh orang tua, disekolahkan dan dipenuhi berbagai kebutuhan, ternyata setelah remaja harus memberikan nyawa kepada tiang gantungan, pel over dosis, pisau digenggaman, lompat dari gedung,lompat ke jurang dank e tempat-tempat yang mampu membawa mereka kea lam kedamaian (perspektif mereka).

Kasus bunuh diri diatas ternyata diasumsikan dengan istilah Korban Cinta. Seakan cinta adalah sesuatu yang menakutkan. Alangkah lebih baiknya kalau asumsi ini kita ganti dengan istilah lain. Karena cinta itu adalah sesuatu yang suci. Apakah tidak lebih baik bagi mereka yang telah meyerahkan nyawanya (bunuh diri) dengan lain istilah bukan korban cinta. Andai saja mereka paham tentang (minimalnya) gambaran cinta, Insya Allah tidak akan pernah melakukan hal naïf tersebut.
Kedangkalan pengetahuan terhadap makna cinta, wajar kalau berakhir dengan pertikaian bahkan pembuhan. Apakah tidak ada cara dan jalan lain untuk meyelesaikan suatu masalah yang berhubungan dengan putus cinta selain bunuh diri?
Bukanlah ada istilah lain lagi, “Jangan bermain api kalau takut panas. Jangan bermain cinta kalau takut kecewa.”

Orang-orang yang melakukan hal-hal nekad diatas, berarti pada dasarnya belum siap bercinta sehingga lantaran tidak kuat menanggung derita, kecewa dan keputusasaan yang sangat dalam mengharuskannya bunuh diri. Itu dilakuakan karena kedangkalan pemahaman, tipisnya keyakinan. Itu juga bukan korban cinta melainkan korban keserakahan nafsunya sendiri.
Semoga Allah melindungi kita dari hal itu. Amien.

Memikirkan kekasih ternyata ampuh untuk meredakan rasa nyeri/sakit

Memikirkan kekasih ternyata ampuh untuk meredakan rasa nyeri/sakit

Posted on 16 November 2009. Filed under: Cinta Hakiki, Psikologi Cinta | Tags: |
Sering sakit gigi? Nyeri karena luka-luka? Nih, ada obat ampuh:
Mau Bebas Rasa Sakit, Pikirkan Orang Tercinta!
Senin, 16 November 2009 | 15:54 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Sekadar memikirkan orang-orang yang dicintai dapat membantu mengurangi rasa sakit, demikian hasil satu studi baru. Hasil studi tersebut menggarisbawahi pentingnya hubungan sosial dan agar orang selalu terhubung secara sosial, demikian hasil riset di University of California di Los Angeles (UCLA).
Dalam studi yang dipublikasikan jurnal Psychological Science edisi November 2009 tersebut, para ahli menanyai 25 wanita apakah dengan hanya memandangi gambar orang yang mereka cintai dapat mengurangi rasa sakit.
Para wanita tersebut memiliki pacar dan mereka telah memiliki hubungan baik dengan pacar mereka selama lebih dari enam bulan. Semua wanita itu mendapatkan rangsangan panas yang cukup menyakitkan di lengan mereka sewaktu mereka melewati sejumlah kondisi yang berbeda. Pada satu rangkaian keadaan, mereka memandangi gambar pacar mereka, orang asing, dan kursi.
“Ketika semua wanita tersebut hanya memandang gambar pasangan mereka, mereka sesungguhnya melaporkan lebih sedikit rasa sakit akibat rangsangan panas ketimbang ketika mereka sedang memandangi gambar satu obyek atau gambar orang asing,” kata penulis studi itu, Naomi Eisenberger, Asisten Profesor Psikologi serta Direktur Laboratorium Ilmu Syaraf Afektif dan Sosial di UCLA.
“Jadi, mengingat kepada pasangan, melalui gambar sederhana, seseorang mampu mengurangi rasa sakit,” katanya
Dalam serangkaian kondisi lain, masing-masing wanita memegang tangan pacar mereka, tangan seorang pria asing, dan menggenggam bola. Studi itu mendapati bahwa ketika perempuan memegang tangan pacar mereka, mereka melaporkan lebih sedikit rasa sakit dibandingkan dengan saat mereka memegang tangan orang asing atau bola sewaktu mereka menerima jumlah perangsang panas yang sama.
“Ini mengubah pendapat kita mengenai bagaimana dukungan sosial memengaruhi orang,” kata Eisenberger.
“Secara khusus, kita memikirkan dukungan sosial itu untuk membuat kita merasa nyaman, itu harus menjadi sejenis dukungan yang sangat responsif bagi kebutuhan emosi kita. Namun, di sini, kami menyaksikan bahwa hanya foto orang yang penting buat seseorang dapat memiliki dampak yang sama.”
Studi ini, kata Eisenberger, memperlihatkan seberapa banyak dampak hubungan sosial kita dapat muncul dalam pengalaman kita dan cocok dengan kegiatan lain yang menekankan pentingnya dukungan sosial bagi kesehatan fisik dan mental.
Para peneliti tersebut menyarankan bahwa jika nanti orang mesti melewati pengalaman yang menyakitkan atau berupa tekanan, tapi mereka tak dapat menghadirkan orang yang mereka cintai untuk mendampingi mereka, foto dapat menggantikannya.

Rambu - Rambu bercinta

Cinta itu adalah sesuatu hal yang abstrak. Cinta bukan sekedar rasa melainkan keseluruhan rasa,asa dan perasaan bahkan perbuatan. Cinta bukan sekedar bahasa kata, bukan pula sekedar terjemahan sikap semata, melainkan rasa yang diterjemahkan dalam kata, sikap dan rasa itu sendiri. Akan tetapi itu bukan difinisi dari cinta, karena bagaimanapun juga cinta bukanlah kata atau rasa yang memiliki batas. Memberikan difinisi terhadap cinta secara tidak langsung  memberikan batasan makna cinta.
Perasaan cinta tidak akan pernah hadir sebelum mampu menghilangkan rasa benci, dengki, tidak suka, muak dan beberapa sifat yang bertentangan dengan gambaran makna  cinta.
Akan tetapi tidak menutup kemungkinan cinta lahir dari arah yang berlawanan tersebut. Atau dengan kata lain, Cinta adalah kemampuan untuk menghilangkan perasaan benci, dengki, acuh dalam menjalin hubungan dan perhatian yang intensif terhadap yang dicinta.
Ada gambaran sabda dari baginda Nabi Muhammad saw,
“ Barang siapa yang mencintai sesuatu maka ia menjadi budak dari apa yang dicintainya.”
Para ilmuwan muslim (baca : ulama Allah) sebagian memberikan rambu-rambu lalu lintas bercinta agar tidak terjebak ke lambah pembudakan tersebut. Mencintai adalah merupakan fitrowiyah bagi seseorang. Selama menjadi manusia, pasti memiliki perasaan cinta. Karena cinta merupakan fitrowi maka, tidak mungkin suatu doktrin akan mengajarkan untuk mencintai. Bukanlah kita ada karena adanya cinta?
Gambaran batasan yang diberikan para ulama tentang cinta tersebut, agar seseorang mencintai bukan semata karena hasrat yang dipicu nafsu, melainkan menyadari dengan segenap pengetahuan, bahwa adanya cinta tidak mungkin tumbuh dengan sendirinya tetapi karena ada yang mengadakan, menumbuhkan kembangkan, sehingga terlahir dalam bentuk rasa, kata dan perbuatan.
Mungkin kita agak sulit membedakan makna cinta yang mengarah kepada pembudakan (cinta yang terlahir karena nafsu) dengan rasa yang tulus dan murni karena anjuran syar’ie. Mungkin juga kita sempat bertanya kepada orang atau kepada diri sendiri, apakah rasa yang sedang menepit jiwa hanya sekedar hasrat, buruan nafsu, kehendak atau kamuslase saja?
Minimalnya kita memiliki gambaran tentang rambu-rambu dalam bercinta agar tidak tertipu oleh daya dan kekuatan yang dimiliki musuh-musuh kita (iblis) :
  • Menyadari dengan sepenuhnya, cinta bukan hanya terlahir karena seringnya bersama (berkumpul), seringnya berkomunikasi, atau lantaran kebaikan sikap, wajah dan lain sebagainya tetapi ada kekuatan supra natural yang menghadirkannya.
  • Mentaati rambu-rambu agama dalam menjalin komunikasi bukan sekedar ingin memuaskan panggilan nafsu.
  • Memiliki orientasi yang jelas dan kontinuitas yang konsis terhadap hubungan yang dibina tidak hanya dianggap sebagai permainan belaka.
  • Menyadari motor penggerak kehidupan, bahwa apa yang sedang dijalani tidak mesti berujung dengan senyum dan tawa melainkan bisa jadi berakhir dengan air mata dalam ketidakpuasan.
  • Memahami pula makna dalam penciptaan, Allah selalu memberikan pasangan. Allah menciptakan atas maka diciptakan-Nya pula bawah, ada timur ada barat. Begitu juga kalau saat ini sedang tertawa karena senang, bersiaplah untuk menangis dalam duka dan kecewa.
Tidak ada jaminan khusus bagi kita untuk sukses dalam menjalani cinta walau sudah ada rambu-rambunya, tetapi minimalnya kita telah mempersiapkan diri untuk dapat menghadapi kemungkinan tantangan yang bakal terjadi.
Semoga Allah menyatukan kita dalam cinta dan memisahkan pula dengan cinta, amien.

Lahir, Hidup dan Mati Karena Cinta

Katakanlah, jika kalian mencintai Allah, ikutilah aku, maka Allah akan mencintai kalian.’ (Al-quran.)
Adakah kekuatan yang mampu membelah lautan menjadi darat?
Adakah kekuatan mendinginkan bara api?
Adakah kekuatan menciptakan sesuatu dari tidak ada menjadi ada? (bukan membuat)
Belajar menjadi orang bijak setidaknya memandang kehidupan dengan cinta. Karena mereka sadar tercipta dengan cinta dan karena itu pula tidak mungkin mereka mengingkari fitrah kelahirannya tersebut sehingga mereka tebarkan pengaruhnya atas dasar cinta.
Mungkin Tidak berlebihan salah satu gaya kepemimpinan berpusatkan pada kekuatan cinta (leadership by love). (baca : Tasmara, Spiritual Centered Leadership). Lingkaran pengaruhnya dipenuhi dengan rasa tanggung jawab yang tulus merupakan bagian dari putik sari bunga cinta. Mereka sadar bahwa dengan memeperluas medan pengaruh atas dasar kasih, persaudaraan dan ketulusan tidak akan kehilangan apapun. Justru dengan memberi cinta, dia merasa menerima keberkahan. Cinta telah memeluk, menjerat erat dirinya sehingga wajahnya senantiasa menunjukkan senyum, keakraban, familiar dan penuh kesejukan. Kehadirannya menjadi penyejuk hati membawa keceriaan, dan meggetarkan orang-orang disekitarnya kedalam kebahagiaan pula, mereka adalah tipe manusia yang menumbuhkan pengaruh kredibilitasnya melalui pelayanan yang berorientasi pada kebahagian, kepeuasaan, dan ketentraman orang-orang yang dilayaninya.
Rasullulah SAW adalah pemimpin agung, manusia tersukses, sosok kekasih Allah yang menunjukkan keteladan tentang apa arti melayani dengan cinta. Hatinya bergetar setiap kali melihat penderitaan atau beban oran-orang yang beriman. Jiwanya meritih bila dia tidak mengunjungi orang-orang yang miskin yang membutuhkan penghiburan beliau. Pemaafannya luar biasa. Pada saat kekuasaan berada di dalam genggamannya (futtuh makkah) semua musuh-musuhnya kecut bahkan ada yang melarikan diri. Karena disangkanya akan ada balas denadam kepada mereka yang telah membuat Rasullullah dan keluarganya menderita. Tetapi, beliau bersabda, : “ Tidak ada dendam, tidak ada kebencian, fainnakum tulaqa! Engkau semua bebas kemanapun engkau suka.”
Tutur katanya lemah lembut dan senyumannya merona menebharkan kedamian. Disayanginya anak-anak kecil. Dimotifasinya para pemuda dan dihormatinya orang-orang tua. Rasullulah SAW. Pemimpin agung kekasih Allah, tetapi bila akan menemuinya cukuplah kita mencarinya dianjtara orang-orang yang hantinya patah atau orang yang perutya kelaparan. Disanalah beliau bergabung, diantara orang-orang yang membutuhkan penghrapan dan pertolongan. Antara dirinya dan umatnya seakan tidak berjarak. Dihormatinya tamu-tamunya dengan dihamparkannya sorbannya untuk memulaikan tamu yang hadir. Ash-shalatu wassalamu alaika ya Rasulullah.
Bagaimana keadaan kita yang berada di dunia Egoisme ini? Kapankah kiranya hendak sedikit meneladani sifat cinta Rasulullah? Adanya beliau penuh cinta, gerak badan, helaan nafas bahkan getak jantung adalah cinta.

KATAKAN CINTA KALAU MEMANG CINTA




Sifat Munafik (Pribadi munafik) kerap kali tidak disadari oleh seseorang. Mereka tidak sadar kalau sebenarnya dalam dirinya telah memelihara tanaman penusnah yang sangat berbahaya dan membahayakan. Bukan hanya ini, tidak jarang mereka semakin hari semakin memupuk tanaman tersebut sehingga tumbuh dan berkembang.

Salah satu contoh dari hal diatas adalah berpura-pura mencintai lain jenis padahal dusta, bohong hanya dalam rangka ingin mewujudkan niat yang tersembunyi. Bisa jadi memiliki niat yang kurang baik terhadap pasangan sehingga tertutupi kata dan kalimat manis yang diucapkannya sehingga pasangan pun meng-ya-kannya.

Tidak jarang kalau kita tanyakan kepada sebagian orang yang kita kenal dengan pengakuannya mereka akan menjawab BUKAN atas dasar CINTA melainkan harta, tahta atau rupa. sehingga kalau ketiga hal tersebut sudah terpenuhi, maka orang tersebut (subyek) akan langsung meninggalkan obyeknya, mujur kalau masih sempat mengucapkan selamat tinggal.

Pribadi Munafik tidak usah dipelihara. Hanya lantaran niat yang tidak benar, banyak orang menerlantarkan makna kesucian cinta. menyamaratakan makna demi tercapainya nafsu materialisnya. Alangkah lebih baiknya kalau kita memang ada rasa cinta katakan jangan dipendam. Karena cinta bukan untuk dipendam atau disembunyikan melainkan untuk dirasakan dan dijalani.

Ada hal yang harus kita ingat dalam kehidupan cinta, CINTA bukanlah sebuah permainan yang harus ada kalah menangnya. Masalah kalah menang dalam bercinta bukan permainan tetapi hiasan dari makna firman Allah, bahwa Allah menciptakan segala sesuatu selalu berpasang-pasangan. Ada suka ada duka, ada tangis ada tawa, begitu selanjutnya.

Jadi katakanlah cinta kalau memang cinta, jangan mengatasnamakan yang lain dengan cinta. Berani mengatasnamakan yang lain dengan cinta, sama halnya dengan bersiap-siap menghadapi tangtangan hidup selanjutnya.

Psikologi Cinta Terhadap Wanita


Benar, bahwa dalam banyak hal kadar cinta wanita (aslinya) lebih dalam dari cinta pria terhadap cinta wanita. Apa sebabnya? Kalangan psikolog telah menyepakati bahwa kadar emosinya lebih tinggi dari pria. Bukankah cinta itu juga salah satu aspek dari emosi seorang manusia?
Kedalam cinta seorang wanita kepada pria, memang sudah merupakan fitrah kaum wanita. Di samping pembicaraan ilmu, juga sudah dicatatkan dalam al-quran mendahului dari perumusan yang di temukan ahlinya ini. Cobalah ungkap surat yusuf didalam al-quran, nanti akan ditemukan bagaimana seorang wanita yang tidak bisa disembunyikannya lagi dihadapan Nabi Yusuf as. Nabi Yusuf tetap manghindar dengan sekuat tenaga, dan dengan pertolongan Allah, Nabi Yusuf selamat dari panggilan cinta wanita yang tidak tertahankan lagi.

Inilah supremasi (dkaramah) wanita yang harus diakui kalau fenomena ini kurang terlihat di zaman sekarang misalnya; dengan kejadian orang-orang tertentu menganggap layak atau tidak/ada “mode” sering pindah suami. Pada hemat kita hal itu tidak tumbuh dari kehendak yang terdalam dari idealistic kewanitaan, tapi semacam pegeseran mencoba menutupmenutup lubak yang terdalam itu oleh mode non timur yang dianggap sebagai kehendak zaman, untuk meluncur kepermukaan dengan suatu ide kami mencabik keadaan kami yang tradisional selama ini untuk tidak kalah bersaing dengan orang-orang yang dianggap modern,..siapa lagi yang disebut modern selain orang-orang non timur itu, kalau bukan duni non timur yang selalu memegang “happy pleasure” atas analisis freud dinegara ilmanga lebih kukuh dan abadi dari pada kehendak-kehendak tempat yang muncul hari ini sebagai mode, dan besok hilang lagi tanpa ada suuatu sandaran (evidensis).

Maka kalau anda merasa cintanya lebih dalam ketimbang pria itu, hal ini memang benar dan suatu kenyataan anda menunjukkan fitrah idealistic sebenarnya. Tetapi sangat disayangkan kalau cinta menampilkan hal ini dalam mode “pacaran” yang mungkin fitrah ini tidak laku sebab yang penting dalam dunia pacaran yang nyaris menjadi mode ini adalah bersiap untuk menjadi bahan perbandingan mencari mana yang terbaik. Terus terang mulut usil pria yang mengingkari argumentasi ini tentunya pria sesudah zaman balai pustaka, bukan?.
Apakah Situasi Ini Mengingkari fitrah ?

CINTA?… benar, kalau motif nya ingin mencari yang terbaik gal ini mengingkari maksud luhur percintaan yang ingin memadu keinginan, sikap, pandangan, antara dua belah pihak kearah satu tujuan yang harmonis saling pengertian, menciptakan bahtera rumah tangga yang sehat dan dinamis.

Cinta seorang prempuan yang idelelistik dan fitrah itu agaknya sekarang sudah tidak terlihat secara utuh disebabkan factor lingkungan tadi ini bukan salah bunda menyandung putrid dahulu, tetapi pengaruh mode pria yang dapat mewarnai cinta perempuan yang natura ldan yang bersih itu. Seorang pengamat Michelet pernah berkata; “hampir setiap kekeliruan yang di perbuat seseorang perempuan di sebabkan pengaruh kebodohan atau kejahatan kalangan pria-pria. Jadi, misalnya pria yang memodekan “pacaran” itu, ikut mengelirukan jati diri pria / wanita sesungguhnya yyang secara biologis hanya ingin satu pria sebagai suaminya dan tidak ingin banyak pria sebagai study perbandingan.

Kalu anda menyampaikan keadaan sang arjuna meniggalkan anda, sering juga kita temukan (malah masuk agenda bimbingan kita), sang wanita meninggalkan pria setelah tidak cocok dalam masa pacaran, anda jangan mengura bahwa kaum anda lebih banyak dikorbankan didalam ‘pacaran’ sebab kalau dihitung secara jujur, kuantitasnya berimbang, dan itulah konsekuensi memilih yang terbaik. Kalau namanya memilih terbaik dari sekian banyak pilihan, apakah murni sebagai cinta lagi?.

Kalangan peneliti memberi jawaban bervariasi, jawaban itu diantaranya;”kalau hakekat cinta itu di sebut secara misterius hanya sekali terjadi, berarti kalau ada pemilihan, akan ada seleksi, maka akan ada sesuatu yang diharapkan ini bukan atas dasar cinta murni lagi. Berbabagai semboyan pernah kita dengar mempertahankan hipotesa ini, misalnya: cinta pertama itu adalah cinta yang paling indah”. Lalu disusulmotto lain yaitu; cinta sejati datangnya sekali, kalau demikian halnya, makaupaya pemilihan jodoh pertama sekali disebut cinta pertama , dan cinta untuk kesekian kalinya , tentu sebagai hasil adonan seleksi.

Adakah Cinta yang sempurna ????

Bila cinta telah menyatukan hati yang sedang gelisah , maka di sana pasti akan ada keindahan yang selalu dirasa , dan bila cinta telah datang maka diri inipun tak ubahnya seperti rusa yang tak berdaya karena tikaman tombak sang pemburu , lalu jiwapun tak kan pernah mampu untuk menghindar dari godaan dan bisikan cinta itu ,sekuat apapun diri berusaha untuk melepaskan diri dari jeratanya maka semua itu kan sia-sia ,karena kekuatan cinta lebih kuat dari segala kekuatan ,atau jika cinta itu tak pernah hadir maka diripun tak bisa memaksanya tuk hadir dalam hati , dan sekuat apapun diri mencoba untuk menghadirkan cinta yang tak pernah hadir maka semua itu akan sia-sia , karena kekuatan cinta lebih kuat dari segala kekuatan , dan cinta itu sendiri pun hadir dengan kebebasan bukan dengan paksaan .
Memang terkadang apa yang kita dapatkan tidak sesempurna dengan apa yang kita inginkan , tapi disadari ataupun tidak kita butuh dengan cinta yang telah ada tersebut , justru saat kita semakin mencari sesuatu yang sempurna maka itu akan membuat diri tersiksa karena jiwa yang haus akan ketenangan terus membohongi diri sendiri bahwa dalam hati yang terdalam telah tersimpan cinta yang amat dalam pula ,bahwa kita selalu berhadapan dengan hal yang semu ” Sebuah cinta sempurna yang terus kita buru namun hal itu hanya ada pada hayalan kita semata ” .
Pernahkah kita sadari bahwa cinta yang selama ini kita cari sesungguhnya selalu ada bersama setiap detak jantung kita , pernahkah pula kita berfikir jika kita terus berorientasi pada satu cinta yang terus terhayalkan…….. satu cinta yang sempurna , maka itu akan menjadikan kita tak mampu menerima cinta yang sedang hadir selain cinta yang kita harapkan itu …cinta yang tidak terlalu sempurna daripada apa yang kita hayalkan itu …….tapi disadari ataupun tidak, kita pasti membutuhkan cinta yang telah ada itu lebih dari sekadar kesempurnaan belaka , dan memang itulah kebenaran cinta yang sesungguhnya ” sebuah cinta yang hadir …..cinta yang kita butuhkan ” .
Namun pada kenyataanya cinta yang sedang hadir teersebut sering tersisihkan dari hati kita , bukan karena sebab apapun ,juga bukan karena cinta tersebut tak berharga …. namun karena kebodohan kita sendiri yang selalu ingin meraih dan terus mengejar sbuah cinta sempurna itu …..cinta yang hanya ada dalam cerita fiksi kita …. cinta yang telah membutakan mata kita … menulikan pendengaran kita … dan mebungkam mulut kita .
Sesungguhnya harapan yang telah kita tanam pada cinta sempurna yang kita impikan justeru akan menjadikan kita terus terbuai dengan rayuan dan kebohonganya, karena harapan yang terlalu besar tak lain adalah hayalan yang hanya ada dalam benak kita bukan kenyataan kita, anehya kita masih saja sering menaruh harapan yang terlalu besar pada cinta sempurna tersebut.
Percayalah sobat bahwa ” Tidak ada cinta yng sempurna di dunia ini” , oleh karenanya stop jangan mengharap lagi kalau kita akan mendapatkan cinta yang sempurna karena hakikat kesempurnaan hanya dimiliki sang pencipta.
Justru kesempurnaan cinta itu ada ketika kita mampu mencintai cinta yang ada
Dalam hati kita sebagaimana kita mencintai diri kita sendiri
Tak berlebihan jika ku katakan
Kesempurnaan cinta adalah ketika kita mempu mencintai
Dengan ketulusan dan keihlasan hati

Tips dan trik Mencari Cinta

Tips dan Trik Mencari CINTA..ahauahahahha

Mei 30, 2009
Kurang lebih tips & tricknya seperti ini :
1. Posisikan diri sebagai pendengar yg baik, pancing dia untuk aktif berkomunikasi/bicara. Jangan menunggu dia yang berbicara, tapi juga jangan terlalu banyak bicara.. pepatah kuno mengatakan kita diberi satu mulut dan dua telinga yang artinya sebaiknya kita lebih banyak mendengar daripada berbicara, tapi kalo dia ga ngomong-ngomong juga, pancing agar dia yg banyak bicara.
2. Jangan bilang kamu tuh cewe paling cantik yang pernah aku temui , hasil dari ini sudah sangat jelas.. ini adalah gombalan kelas playgroup.. please.. hentikan ini sebelum dia mulai mual dan muntah darah. Cewek-cewek akan berfikir bahwa anda tukang gombal yang seharusnya mulai mencuci mulutnya di laut, jadi kalo bro dah ngomong gini, mending ke laut aja.
3. berkenalan apa adanya, jangan berbohong.. sedikit memanipulasi boleh tapi tidak berbohong, memanipulasi bisa seperti ini.. misal ditanya ama cewe-nya
“kmu udah nikah belum sih ?”,
ga perlu jawab.. bilang aja
“kenapa? kamu tertarik ya untuk nikahi aku ya? ” ,
lalu segera alihkan topic pembicaraan ato ajak becanda.. dia akan melupakannya.
4. biasakan untuk tidak menjelek-jelekkan orang lain, pada cewe bodoh.. dia akan berfikir bahwa anda sok pintar.. pada cewe pintar, anda akan nampak sebagai tukang adu domba.
5. Nama adalah hal yang penting, jangan pernah lupa.. jangan lupa bertanya namanya dan jangan melupakannya, kalau bisa beri dia julukan yang akan dia kenang selamanya.. intinya being noticeable in special way.
contoh :
Saat berkenalan dengan cewe yang cakep, putih, dan baik hati.. saya beri julukan padanya ‘casper’, apakah dia protes?? tentu saja dia sempat bertanya dengan protes, aku beri dia jawaban seperti ini :
“kan kamu putih, baik hati dan imut, jadi aku inget ama casper tapi kalo ga suka dipanggil gitu, ya gpp deh casper…, eh salah lagi..” , dan bro.. dari nomor baru pun, jika saya kirim sms dan memanggilnya casper, dia mengingat saya. Hahaha..
6. pada saat ngobrol dengannya, jika sudah kehabisan topic berbicara, segera pamit untuk sibuk atau apapun.. jangan menjadi membosankan dengan memberikan topic yang mungkin tidak dia suka, dengan pamit mau sibuk, bro malah akan terlihat sebagai seseorang yang bertanggung jawab pada diri sendiri, maksudnya gini.. kalau bro pamit mau sibuk, dia akan berfikir jika bro sedang bekerja, atau mungkin melakukan sesuatu yang penting buat bro. Contoh :
eh sorry yak, aku mo lanjut kerja dulu, ntar aku sambung lagi yah, soalnya kamu orangnya cukup asik diajak ngobrol.
jangan bilang dia asik banget, kenapa ?? karena akan bikin dia secara ga sadar jadi jual mahal dan semakin sulit didekati.
atau, bro bisa minta dia cerita soal sesuatu yang dia senangi, misal hobi.. jika ini sudah dan bro benar-benar mentok topicnya.. gunakan cara diatas.
7. berikan pujian/hadiah secukupnya dan ikhlas, jangan sering-sering juga memberikannya, caranya ? jangan memuji berlebihan dan setelah memuji, segera bicarakan hal lain.
8. Ingat untuk selalu menjadi org yg menyenangkan dan jgn pasif di depan cewe. Klo deketin cewe banyak diemnya mending mundur aja deh atur strategi dulu, klo diterusin banyak diemnya bakalan ilfil dia, ujung2nya gagal dapet bekicod deh……. GaTot alias Gagal Total
9. Jangan sampe kita kelihatan terlalu memburu dia, dijamin deh dia bakalan mundur teratur menjauh, kalem aja slowly but sure. Hargai proses, karena di sini tantangannya. Hidup adalah perjuangan & SSB juga suatu perjuangan tersendiri. Challenge is like art, so SSB is an Art
10. Klo gak mau proses & pengen yg cepet dapet bekicot ya udah siapin aja duit & langsung telpon ce bisyar. Klo gini mah ga akan ada deh bahasan tips & trick SSB di sini.