PENDAHULUAN
Cinta tidak pernah dilarang dalam agama atau undang-undang manapun, kehadiranya di terima oleh seluruh manusia dan Tuhan. Tetapi, yang menjadi persoalan adalah pelaku cinta itu sendiri, apakah cintanya berlandaskan hukum Tuhan ataukah hanya menuruti nafsu semata. Cinta Terletak pada cara dan pelaksanaannya.cinta diterima sebgai kebutuhan hidup dan juga jalan untuk mengenali an mengagungkan Allah, sebagai mana yg dituliskan dalam Al-Quran Surat Adz-Dzariyat ayat 49 "Dan segala sesuatu kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat kebesaran Allah."
CINTA adalah fitrah, karena setiap orang dianugrakan naluri untuk menyayangi dan disayangi. Menjalin cinta (hubungan percintaan) bukanlah suatu kealahan, selama mengikuti ketentuan yang ditetapkan agama. Namun banyak pencemaran dan kesalahan yang terjadi dalam penghayatan konsep cinta dan pemahaman mengenainya dalam kehidupan. Semakin banyak muda-mudi saat ini yang melenceng dari landasan yang benar karena terpengaruh dengan konsep cinta yang dipaparkan dalam media massa, baik cetak maupun elektronik.
Cinta dalam Pandangan IslamIMAM GHAZALI dalam bukunya kimia As-Sa'adah (Rahasia kebahagiaan) mendefinisikan bahwa cinta adalah suatu kecenderungan yang membawa kepada perasaan yang menyanangkan. Cinta adalah daya tarik pemikiran, keinginan, dan kecenderungan terhadap sesuatu yang disukai. Ibnu Qayyim Aj-Jauziyyah menangggapi cinta sebagai sesuatu yang suci, tenang, utuh dn menyenangkan. Dia juga mendefinisikan cinta sebagai gejolak perasaan yang muncul apabila orang yang memiliki hubungan cinta merasa sanagat rindu dan terkenang pada orang yang di kaguminya. Selain itu, dia juga menganggap cinta sebagai hawa, yaitu kecendrungan adanya nafsu terhadap seorang yang dicintainya.
Menurut pandangan Imam Nawawi, setiap hal yang lezat tentu disukai oleh orang yang merasakan kelezatan tersebut. Jadi, hal yang dicintai itu secara alamiah memang memiliki kelezatan atau dapat memberikan kenukmatan yang dapat menyebabkan seseorang itu tertarik kepadanya. Maka yang disebut hubb atau cinta itu adalah kecendrungan sikap kepada sesuatu yang mempunyai kelezatan, kenikmatan dan menyenangkan.
Ibnu Hazm dalam bukunya yang berjudul The ring of the Doves , s ebuah epik percintaanyang sejati, menyatakan bahwa kenyataannya masalah cinta hanyadapat dipahami melalui pengalaman pribadi. menurutnya lagi, cinta tidak pernah dilarang dalam agama dan undang-undang manapun. kiehadirannya di terima oleh seluruh manusia dan Tuhan. Tetapi, yang menjadi permasalahan adalah para pelaku cinta itu sendiri, apakah cinta berdasarkan hukum Tuhan atau semata-mata menuruti nafsu semata. karena cinta terletak pada cara dan pelaksanaannya. Ibnu Hazm mendefinisikan cinta sebagai kesatuan diantara dua jiwa yang sebelumnya terpisah di alam dunia ini. Lebihjelasnya lagi definisi yang telah dipersembahkan. " Love as a conjuction berween the scattered part of the souls that have been divided in he physical waorld, a union effected within the substance of their original sublime" ( Cinta dalah penyatuan dari jiwa-jiwa yang terpisah d alam nyata. Ia adalah penyatuan yang dipengaruhi oleh unsur-unsur utama yang agung).
Profesor Madya Ghulam dalam tulilsanya yang berjudul Cinta dalam Pendidikan Islam menyebutkan bahwa Muhamad Iqbal, seorang pembaca sajak dan filosofi mendefinisikan cinta sebagai jiwa yang telah dibangkitkan, yakni ketika seseorang mampu meningkatkan dirinya melebihi tahapan biasa, menambah kemapuan persepsi, mengobati perasaan, meluaskan perasaan simpati, menggambarkan imajinasinya serta menguatkan kepadaian dan kemapuan yang tersembunyi. pengaruh cinta adalah inamisme. Iaseperti suatu dorongan yang berkelanjutan bagi sesorang yang mempunyai keyakinan saat menghadapi apa saja. Dapat mengubah mereka menjadi lebih baik dari apa yang mereka miliki. Cinta itu indah, mengaumkan dan menyempurnakan manusia.
Cinta dalam Pandangan Barat
Robert J Sternberg menggambarkan cinta segbagai hubungan dalam teori segi tiga cinta (The Teori of Love) yang melibatkan kompnen keintiman (intimacy), nafsu (passion) dan komitmen (commitment). Menurutnya cinta dalah hubungan dinamis yang mementingkan kebahagiaan dan keterikatan hubungan.
Komponen keintiman mengacu pada keakraban pertalian dan kesatuan perasaan dalam hubungan percintaan. Ia adalah perasaan yang mewujudkan kehangatan dalam hubungan percintaan. Strenberg danGrajek (1984) mengatakan ada sepuluh tanda keintiman dalam sepasang kekasih :
- Kesungguhan untuk menjaga kebaikan kekasih.
- Menikmati kegembiraan bersama kekasih.
- Mempunyai pandangan yang tinggi terhadap kekasih.
- Bisa bergantung kepada kekasih di saat memerlukan.
- Keterikatan yang mendalam satu sama lain.
- Bekerja sama dalam menggunakan waktu dan harta.
- Menerima dukungan emosi dari kekasih.
- Memberi dukungan emosi kepada kekasih
- Mempunyai komunikasi intim bersama kekasih.
- Menghargai kehadiran kekasih dalam kehidupannya.
kaya mang elih...kalo g salah gw pernah baca di buku yg da di kamar lo nech...Psikologi Cinta....!! dasar kanga!
BalasHapusTapi bagus, biar cepet-cepet.....
menurut gw nech, cinta dalam pandangan dede:
Bersatu dalam Aqidah, Toleransi dalam khilafiyah, dan berjamaah dalam ibadah...
mantab kn??
cinta dalam pandangan loh mah, gak laku x
BalasHapuswkwkwkwkw